Postingan

LIMA PERATURAN

Gambar
 LIMA PERATURAN Penulis : Lidwina Ro        Mengapa tulisan ‘jangan membenci’ berada di urutan paling atas? Apa ada sesuatu yang tersirat di pikiran anda?     Tidak mungkin dalam hidup ini, seseorang tidak pernah berada dalam situasi ini, yaitu ... membenci. Benci diawali dari rasa iri hati. Entah karena tidak ada kesempatan berada di posisi yang diinginkan, atau karena tidak mampu memikul beratnya kewajiban untuk berada di posisi yang diinginkan.    Bahkan ada suatu candaan yang menggelitik telinga, tetapi nyatanya banyak juga yang tahu, beredar kalimat : banyak orang sekarang senang melihat orang susah, dan susah melihat orang senang. Apakah ini benar?    Kemarin aku ke pasar pagi-pagi sekali. Karena anak masih PJJ atau Pelajaran Jarak Jauh, setiap hari aku selalu bangun pagi dan menyiapkan sarapan bagi si bungsu. Anakku bungsu ini termasuk agak rewel dalam urusan makan. Sarapan harus tepat waktu, dan lebih suka masakan rumah...

KUE ULANG TAHUN

Gambar
  Penulis : Lidwina Rohani    Apa yang paling menarik pada saat berulang tahun? Kue tar ulang tahun yang didekor dengan cantik? Makan-makan setelah tiup lilin? Dapat kado yang boleh milih sendiri? Atau malah tambah resah dan gelisah? Atau kelimpungan karena belum juga dapat jodoh, sedang umur terus melaju seperti sepur? (ini bagi yang jomlo, sih)    Boro-boro yang jomlo, lah wong yang sudah dapat jodoh saja kadang-kadang ya masih dirundung resah dan kelimpungan kalau pas ulang tahun. Kok bisa? Ya bisa saja, karena sedang tongpes. Masak yang nodong traktir ulang tahun, terus mau digiring ke  Mang Ujang mborong cireng dan cimol bersaudara atuh? Harga diri aing bisa nyungsep.    Sebagai ibu rumah tangga yang enggak hobi masak dan enggak becus masak (becusnya ngrebus air) biasanya aku pesan makanan siap saji (dari anak umur setahun sampai sekarang) Ya, menyesuaikan saja request makanan favorit masing-masing anak-anak.     Tetapi anehnya...

LILIN

Gambar
Penulis : Lidwina Ro    Setiap kali ada tamu yang datang, jantungku pasti berdebar-debar kencang. Tamu itu kadang sendirian, tapi lebih sering berduaan. Berpakaian bagus dengan aroma yang wangi. Mereka biasanya melihat-lihat sekumpulan anak-anak yang sedang bermain selepas sekolah usai, sambil mengobrol bersama suster Angela di bangku taman.     Suster Angela dengan perhatian dan sabar selalu menjawab semua pertanyaan tamu tersebut. Entah apa yang sedang mereka bicarakan. Tetapi aku ingat, tamu wanita cantik itu sudah sering bolak-balik datang ke sini mengamati anak-anak.     Aku mendadak ingat temanku Serli. Sudah beberapa hari ini Serli tidak pernah kelihatan lagi. Tempat tidurnya juga terlihat kosong. Lemari bajunya sudah bersih. Kata Amora, waktu itu dia melihat Serli ikut pulang bersama sepasang orang tua dengan membawa koper kecilnya.    Ke mana sebenarnya Serli pergi? Benar kah Serli tidak akan kembali lagi? Amora bilang, Serli ti...

PEMIKIR POSITIF

Gambar
  Penulis : Lidwina Ro    Keberhasilan membuat hidup lebih mudah. Tetapi tidak membuat kehidupan lebih mudah.    Siapa orang di dunia ini yang tidak ingin hidupnya berhasil? Tidak ada. Semua orang pasti ingin berhasil di kehidupannya dari segi apa pun, seperti meraih cita-cita, cinta, karier, kebahagiaan, dan lain-lain.    Orang yang berhasil adalah orang yang menang. Dalam prosesnya dia pasti dihadapkan dengan berbagai tantangan dan rintangan, kemudian berhasil dengan gigih melaluinya satu persatu.    Suatu keberhasilan tidak lepas dari orang-orang yang berprestasi dan berpikiran positif. Tidak mungkin seseorang dapat merealisasikan tujuan-tujuan dan bisa bekerja sama dengan banyak orang untuk meraih tujuan, kalau orang itu bukan pemikir positif.    Seseorang tidak bisa berpikir positif jika orang itu sendiri bukan orang yang positif, yang percaya pada nilai-nilai kebaikan, dan mempunyai kepekaan pada apa yang dibutuhkan dan diingi...

RAHASIA LUKA (5)

Gambar
 Oleh : Lidwina Ro    Terdengar pintu depan dibuka dari luar. Aku menatap kedua lelaki yang baru saja masuk ke dalam rumah. Leon dan Rico. Entah cerita apa yang disampaikan oleh Rico sehingga Leon tertawa gelak. Dengan sebelah tangannya, Leon merangkul bahu Rico. Wajah Rico tampak bersinar bahagia. Selalu ekspresi itu yang terpancar di wajah anakku setiap kali Leon mengajaknya keluar. Entah untuk membeli burger atau martabak telur, bahkan sekedar keluar berputar-putar sebentar mencari angin di sekitar alun-alun.    Leon sudah mengisi hari-hari Rico layaknya orang tua pada anaknya. Dia selalu meluangkan waktunya untuk Rico sepenuhnya sepulang dari rumah sakit di mana dia bekerja. Mereka saling bergantung, saling terikat dan saling menyayangi. Jika di lihat dari luar, tampak tidak ada yang salah sama sekali melihat kedekatan mereka. Semua kelihatan nyaris sempurna seperti sebuah keluarga normal pada umumnya. Tapi semua dusta ini ... ya Tuhan, sungguh menyesakkan d...

RAHASIA LUKA (4)

Gambar
 Oleh : Lidwina Ro    Ibarat kata,  aku yang memupuk, tapi orang lain yang memetik bunganya. Ah, sudahlah! Memang aku hanya seorang yatim piatu dari panti asuhan. Akan sangat memalukan bagi keluarga besar Mas Erik, kalau ternyata hanya gadis sekelas diriku yang bersanding dengan seorang dokter lulusan luar negeri kebanggaan keluarga. Tapi siapa yang dapat mengatur datangnya cinta saat aku menjadi perawat dan sering bertemu dengan dokter Erik setiap hari di rumah sakit?    “Kau belum memberitahu Rico siapa aku, ya, Ros?” tanya Mas Erik lirih, membuyarkan semua lamunan.    Aku menahan napas dan membisu. Tidak tahu harus menjawab apa. Dari dasar hatiku yang paling gelap, aku ingin Rico hanya menjadi milikku seorang. Bukankah dulu Mas Erik juga pernah membisu saat meninggalkan aku? Hanya Leon yang jatuh kasihan padaku. Leon sahabat Mas Erik yang tahu permasalahan dengan detil, menawarkan diri membantuku di saat berbadan dua. Menawarkan diri menikahiku...

RAHASIA LUKA (3)

Gambar
 Oleh : Lidwina Ro        Tidak salah kah mataku ini? Hatiku berdebar keras dipenuhi rasa kaget, kesal, tapi juga penasaran. Ini adalah pertama kali mereka bertemu lagi setelah ... sejarah penuh luka itu.    Hm, pasti Leon yang sengaja memberitahu dan mengizinkan Mas Erik menemuiku. Ya, ampun Leon! Untuk apa semua ini? Setelah sekian tahun berlalu, mengapa akhirnya Leon memberi izin pada Mas Erik? Bukankah sebelumnya sudah berjanji padaku kalau Mas Erik tidak boleh menemui aku dan Rico lagi?    Leon dan Mas Erik, mereka berdua adalah sahabat sejak kecil. Dan mereka berdua pasti bertemu dalam seminar kedokteran kemarin.    “Hai, Rosa. Apa kabar?”    Tanganku ingin sekali menutup pintu kembali, tapi ternyata tenagaku menguap entah ke mana. Lenganku seperti lunglai, lemas. Yang ada hanya rasa perih tiada tara yang masih bercampur dengan sisa cinta yang sudah berkeping hancur tak lagi berbentuk.    Aku terdiam. Masih...